Gold-heavy ‘gold’ funds do better in a crisis
By Simon Constable
Over a year ago I warned that certain specialty precious metals mutual funds wouldn’t protect investors during an economic meltdown.
The problem for those funds in question: They didn’t contain enough exposure to gold.
Boy, was I right.
Through the financial crisis, returns on gold funds that held a high percentage of gold and gold stocks did vastly better than those that didn’t.
As gold is the ultimate protection against financial Armageddon, I raised the specific worry about the Vanguard Precious Metals and Minerals /quotes/comstock/10r!vgpmx (VGPMX 19.86, -0.51, -2.50%) , which in the summer of 2008 contained more than a smattering of stocks related to industrial materials.
Vanguard couldn’t be reached for comment. To be fair, Vanguard has never said its fund is meant to be all gold. Last time we spoke, they pointed to the “and” in the fund’s name. But small investors tend to go by the Morningstar category, and when they see “Precious Metals” in the name they expect all gold and silver.
In the period since I wrote my piece last August through the close of business Monday, the Vanguard fund lost 16.5%, according to an analysis from Morningstar. Contrast that with the SPDR Gold Shares /quotes/comstock/13*!gld/quotes/nls/gld (GLD 108.08, -0.13, -0.12%) , which tracks the price of gold bars, or bullion: It returned 31.4%. That’s a difference of 48 percentage points. Annualized, that equates to 40 percentage points of differential per year.
Last summer I quoted Peter Bernstein, author of “The Power of Gold: The History of an Obsession,” and a 50-year veteran of financial markets. He sadly died earlier in June, but what he said then still stands:
“I think you buy gold when everything hits the fan,” said Bernstein. “In an extreme crisis, (coal company) Peabody is not going to behave the same way as a gold stock.”
The real question now: Is the financial crisis over, and is the economic recovery for real?
If it’s over, then nongold industrial stocks will continue to do well, and for that the Vanguard fund is well positioned. Its top-10 holdings include iron-ore miner BHP Billiton Ltd. (BHP 72.07, +0.50, +0.70%) , recycling firm Sims Metal Management Ltd. (SMS 19.74, -0.70, -3.43%) , and ferro-alloy firm Eramet SA (FR:ERA 221.40, -4.50, -1.99%) .
If it’s not, then it might be worth sticking with gold.
Source: http://www.marketwatch.com/
Misiologi Menurut Perspektif Biblical Part III
Tujuan Misi
Memberitakan Kabar Baik
Berita tentang penyaliban Tuhan Yesus, dan kematian-Nya lalu bangkit pada hari ketiga adalah merupakan dasar berita baik bagi umat Kristen pada khususnya dan dunia pada umumnya. Inti beritanya adalah meliputi keselamatan dan pengampunan dosa.
Menurut Charles C. Ryrie ada tiga alasan mengapa Allah berkehendak untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.
1. Hal ini merupakan perwujudan yang paling besar dan paling nyata dari kasih Allah. Karunia-karunia-Nya yang baik secara alami oleh pemeliharaan-Nya (betapa besarnyapun) tidak dapat dibandingkan dengan pemberian anak-Nya untuk menjadi Juru Selamat kita, Yohanes 3:16 mengingatkan bahwa kasih-Nya dinyatakan dalam karunia-Nya dan Roma 5:8 mengatakan bahwa Allah secara meyakinkan membuktikan bahwa Ia mengasihi manusia melalui kematian Kristus.
2. Keselamatan juga menunjukkan karunia atau anugerah Allah yang kekal (Efesus 2:7). Tiap orang yang diselamatkan akan menjadi tanda kemenangan khusus dari anugerah Allah selama-lamanya.
3. Allah juga menghendaki suatu umat yang akan melalkukan suatu umat yang akan melalkukan pekerjaan baik dalam hidup ini dan dengan demikian memperlihatkan kepada dunia …” Menyatakan Dosa Dosa adalah suatu pelanggaran yang menetang kemuliaan Allah sehingga manusia berada diluar dari sasaran yang Allah inginkan.
Akibat dari dosa
a. Hubungan manusia dengan Tuhan terputus
b. Manusia hidup dalam kutuk Allah
c. Mati (Roma 3:23)
d. Menyebabkan kebutaan rohani (II Korintus 4:4)
Menyatakan Yesus
Menurut Harun Hadiwiyono dalam bukunya Iman Kristen, mengatakan bahwa: “Kata Yesus dalam bahasa ibrani adalah Yehosyua, yang berarti: Tuhan menolong, yaitu menolong umat-Nya.”
Dalam Perjanjian Lama nama Yehosyua, dipakai oleh Allah untuk menolong umatnya, antara lain:
1. Yosua bin Nun, pengganti Musa. Yang membawa masuk bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian (Joshua 1:1-10)
2. Yosua bin Yosadak, Imam besar yang membawa bangsa Israel kembali ke negrinya dan tanah pembuangan di Babel bersama-sama dengan Zerubabel. Sedangkan dalam perjanjian baru.
Kata yosua kita kenal dengan nama Yesus, yang disebut Juru Selamat manusia. Artinya Tuhan menolong. Nama Yesus ini merupakan kary a Allah dalam mewujudkan maksud-Nya untuk menolong umat-Nya dari perhambaan dosa serta yang memimpin umat-Nya masuk ke tanah perjanjian yang kekal (sorga).
Dalam Pengajaran ciri yang paling khas Yesus ajarkan adalah menyatakan bahwa Allah adalah Bapa yang merupakan hubungan antara Allah dan orang percaya adalah sama dengan hubungan seorang Ayah dan Anak-Nya Menyatakan Keselamatan Kata keselamatan berasal bahasa Yunani, Soteria, berarti Pembebasan.
Dalam Perjanjian Lama keselamatan dinyatakan allah dalam diriNya sebagai Allah yang menyelamatkan umat-Nya. (Maz. 27:1; 88:2). Dan dalam perjanjian baru, keselamatan digambarkan sebagai jalan menuju kepada persekutuan abadi dengan Allah di Sorga (Matius 7:14; Markus 12:14; Yohanes 14:16). Keselamatan diberikan Allah kepada umat-Nya secara cuma-cuma Puncak peristiwa kematian Yesus diatas kayu salib menandakan Yesus datang ke dunia dengan Misi Allah yaitu memberi keselamatan kepada manusia yang percaya kepada-Nya.
Memuridkan Semua Bangsa
Allah telah melakukan sesuatu yang mengagumkan dan tidak pernah didengar sebelumnya. Sesuatu yang khusus dalam sejarah dunia. Ia menyuruh kita pergi ke seleuruh dunia dan menjadikan semua bangsa murid-Nya.
Kita harus patuh pada amanat Agung-Nya dan membangun pelayanan persahabatan/penginjilan/pemuridan di setiap bangsa di dunia. Yesus Kristus berkata bahwa Inijil Kerajaan akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian sampai pada “kesudahan”.
Tugas-tugas yang harus Gereja lakukan.
Sebagai alat Tuhan gereja mempunyai tugas yang begitu penting di dalam dunia ini. Banyak dan beragamnya tugas gereja yang ada diseluruh penjuru dunia, tergantung keadaan dan kebutuhan dimana gereja itu berada. Namun pada dasarnya ada tiga tugas geeja yang paling utama yang harus dilakukan oleh setiap gereja dimana pun gereja itu berada. Ketiga tugas tersebut adalah Koinonia (persekutuan), Diakonia (pelayanan) dan Marturia (bersaksi dan memberitakan Firman Tuhan).
DAFTAR PUSTAKA
W. J. S. Purwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Jakarta: 1991),278
Pdt Pter Rhee, Misi Perkotaan, (Jakarta: HITS,1998),3
H Venema, Injil untuk Semua Orang, (Jakarta: Yayasan Komunikasi bina Kasih,1997),3
J Verkuyl dalam bukunya Pembimbing ke Dalam Ilmu Pekabaran Injil Masa Kini, (Malang: Gandum Mas),9
M. K. Drust, Missiologie, (USA: Grand Rapids,1987),144
William P.hb. Kilis, Peranan Misioner dalam Perintisan Gereja,(Jakarta: HITS,2002),12
Henk en Napel, Kamus Teologi,(Jakarta: BPK Gunung Mulia,1994),310
W. J. S. Purwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Jakarta: 1991),278
Henk en Napel, Kamus Teologi,(Jakarta: BPK Gunung Mulia,1994),hal 310
W. J. S. Purwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Jakarta: 1991) ,278
H Venema, Injil untuk Semua Orang, (Jakarta: Yayasan Komunikasi bina Kasih,1997),8
David R. B. Ham,Merencanakan Misi Lewat Gereja-geraja Asia, (Malang: Gandum Mas, 1980),18
Donald Guthrie, Teologia Perjanjian Baru 2,(Malang: Gandum Mas,1978),20
Ch. Ryrie, sa Dasar, (Yogyakarta: Yaysan Andi,1986),34
[1] H. Hadiwiyono, Iman Kristen, Jakarta: BPK Gunung Mulia,1995),hal 320
Misiologi Menurut Perspektif Biblical Part II
Dasar Teologi Misi
Pengertian misi akan selalu berhubungan dengan sejarah keselamatan Allah sendiri bagi umat-Nya mengerti dan memahami dasar dari Teologia. Teologia bukanlah sekedar kumpulan doktrin/ajaran yang dapat dipegang dan digunakan untuk menghadapi bermacam-macam persoaln di segala zaman dan tempat. Juga bukan setumpuk resep-resep agamawi yang manjur dalam memecahkan segala masalah keidupan orang Kristen. Perkataan Theologia dari bahasa Yunani Theos,yanyg berarti Allah dan Logia, yang berarti perkataan.
Jadi, teologia berarti bidang ilmu yang mempelajari iman dan tindakan dan pengalaman agama. Sedangkan Misi, menurut Kamus latin bahasa Indonesia, Missio berasal dari kata Mitto yang mempunyai arti sebagai berikut: Pengiriman; hal mengutus; hal membiarkan pergi seperti : pembebasan (orang tawanan/tahanan); pemberhentian (dari dinas militer); Misi, Mitto mempunyai arti: menyebabkan pergi, membiarkan pergi (membebaskan, melepaskan).
Jadi, Teologi Misi adalah ilmu yang mempelajari iman dan tindakan serta pengalaman tentang pengutusan atau pengiriman seseorang untuk melakukan pelayanan pengabaran Injil Yesus Kristus.
A. Misi Menurut Perjanjian Lama
Di dalam Kitab perjanjian Lama tidak terdapat suatu penegasan yang secara tegas untuk melakukan Pekabaran Injil atau Misi kepada bangsa-bangssa, namun sungguhpun demikian bukan berarti Allah tidak mempnyai Misi untuk menjangkau bangsa-bangsa lain. Justru peranan Allah sendirilah misi itu diwujudkan melalui penciptaan Alam Semesta dan mat-Nya bangsa Israel.
Teologia Misi yang mempunyai arti mencolok dari kata Misi adalah pengutusan keluar kepada banga-bangsa (bangsa non Kristen) di dunia untuk menyampaikan suatu berita keselamatan dan kesukaan (injil) datangnya Kerajaan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus, yang dilakukan baik melalui pemberitaan secara lisan maupun melalui pelayanan diakonal, yang bersift kesaksian dan pelayanan secara holistic (keseluruhan).
Mengingat bahwa umat Israel pada jaman perjanjian lama merupakan umat perjanjian Allah, umat pilihan Allah yang dipilih oleh Allah sendiri untuk menjadikan umat-Nya yang mengemban Perjanjian Kekal yang menyatakan kasih setia tuhan terhadap semua orang yang percaya; sehubungan dengan itu agar Israel menjadi berkat bagi semua Bangsa dimuka bumi, seperti dalam pemanggilan Abraham yang pertama dalam kejadian 12:2-3 yang berbunyi sebagai berikut: “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyur, dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat.”
Di dalam kejadian 3:15, tersirat janji Allah mengenai rencana Allah bagi penebusan dunia ini. Ini merupakan misi Allah bagi umat manusia dalam mematahkan perlawanan si iblis di antara keturuanan wanita (Tuhan Yesus Kristus), terhadap keturunan ular (iblis danseterusnya) dan janji bahwa akan lahir juru sSelamat melalui seorang wanita (bnd Yesaya 7:14) serta kemenangan atas maut demi kese;amatan umat manusia (bnd. Yesaya 53:5; Matius 1:20-23; Yohanes 12:31; Kisah Para Rasul 26:18; Roma 5:18-19; 16:20; I Yoh. 3:8; Wahyu 20:10.
Dalam pengertian ini Israel bisa disebut juga “Ecclesia” zaman Perjanjian Lama yang mendapat tugas pengutusan (Misi), juga ke ujung bumi. Memang pada zaman Perjanjian Lama belum terlihat sebagai Gereja yang bersifat missioner, hanya sporadic tugas panggilan itu dinampakkan secara individual, umapamanya dalam diri Abraham, Musa, Yunus dan lain-lain. Menyadari panggilan ini Israel bukan saja merupakan bangsa yang ditugaskan Allah untuk memerangi bangsa-bangsa lain. Tetapi sekaligus menjadi motivator untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa yang ditaklukkannya untukdapat menyampaikan seruan pertobatan terhadap Allah yang disembah. Dalam melakukan tugas panggilan Misi, bangsa Israel tidak sedikit harus mengalami penderitaan sebagai “Hamba Tuhan”. Untuk datang kepada terang-Nya.
Umpamanya dalam Yesaya dikatakan bahwa: “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terang-Mu, dan Raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimMu. Angkatlah mataMu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua berhimpuan kepadaMu …” (Yesaya 60:3) “Bangsa-bangsa akan melihat kebenaranMu, dan semua raja akan melihat kemuliaanMu, dan orang akan menyebut dengan nama baru yang akan ditentukan oleh Tuhan sendiri. ” (Yesaya 62:2). Menurut H. Venema dalam bukunya Injil Untuk Semua Orang, mengatakan bahwa: “Dengan pemanggilan Abram, Tuhan mengambil kembali inisiatif dari tangan manusia. Tuhan mengambil kembali control atas langit dan bumi. Tuhan menyatakan diri lagi sebagai Raja segala bangsadan melanjutkan rencana-Nya. Pemanggilan Abram adalah bukti kuasa Tuhan.”
Berdasarkan penjelasan diatas, penulis mengambil pelajaran dan pemahaman penting bahwa:
a. Orang yang diutus untuk mengabarkan kebenaran Firman Tuhan dalam perjanjian Lama adalah menyangkut tugas esensial bagi Israel sebagai umat Perjanjian.
b. Israel dipilih oleh Allah, atas dasar kemurahan dan kasih karunia Allah, dalam rangka rencana keselamatan Allah bagi bangsa-bangsa.
c. Umat Israel dalam Perjanjian Lama dipanggil keluar dalam memenuhi utusan Allah ke bangsa-bangsa lain (non Kristen), dalam era zaman baru Israel berfungsi sebagai saksi dan hamba Tuhan.
d. Allah mengutus Israel di dalam Perjanjian Lama secara propetis menjadiberkat dan esukaan besar bagi bangsa-bangsa lain. Agar mereka secara berduyun-duyun datang kepada Tuhan untuk menyembah dan memuji-muji Tuhan di dunia yang baru, dimana Yerusalem secara simbolis menjadi pusatnya.
e. Pengutusan Israel dalam Perjanjian Lama merupakan landasan dasar dan gambaran perspektif misioner di dalam perjanjian baru yang luas sampai ke ujung bumi dan kedatangan kerajaan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus (Yesaya 60:3; 62:2).
B. Misi Menurut Perjanjian Baru
Dalam perjanjian Baru, Misi adalah suatu ekspresi kehidupan sikap orang percaya di dalam kekristenan.
Menurut David Royal Brong Ham dalam bukunya Merencanakan Misi, mengatakan bahwa: ”Dalam Perjanjian Baru, misi adalah ekspresi yang wajar dari kekristenan yang hidup.“[1]
Yesus Kristus adalah pelopor misi itu sendiri. Oleh karena Ia di dalam hidupnya selalu melakukan tugas pelayanan kepada orang-orang yang perlu pertolongan. Yesus sendiri sepenuhnya menyadari tugas-Nya dari Bapa. Dia tahu berdiri di depan manusia sebagai ganti allah Bapa: lihat Yohanes 14:9). Jadi, Yesus sadar dan mengerti dengan betul bahwa Dia adalah seorang yang diutus, sedang misionaris, sperti yang tertulis dalam Yohanes 6:38: “Sebab Aku telah turun dari Surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.”
Dalam misi, Yesus ingin apa yang Ia lakukan dapat dilakukan oleh semua orang (Para pengikut-pengikutNya).
Menurut Donald Guthrie dalam bukunya Teologia Penjanjian Baru 2, mengatakan bahwa:
Yesus memandang misi-Nya sebagai sesuatu yang melibatkan orang lain. Hal ini dengan ringkas dikemukakan dalam Yohanes 17:1 9, dimana Yesus berdoa: Aku menguduskan (Hagiazo) diriKu bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran. Ia tidak hanya berbuat sesuatu demi/untuk mereka melainkan Ia berbuat sesuatu yang melibatkan mereka.[2]
Secara umum Misi Perjanjian Baru adalah untuk melaksanakan maksud daripada penebusan Allah bagi dunia. Dengan kata lain, Misi adalah melaksanakan apa yang dikehendaki Allah. Berbeda dengan Misi Perjanjian Lama, maka dalam Perjanjian Baru metode-metode misi tentunya telah berubah dn akan mengalami perubahan senantiasa, akan tetapi misi Allah yang ditegakkan pada prinsipnya tetap sama.
[1] David R. B. Ham,Merencanakan Misi Lewat Gereja-geraja Asia, (Malang: Gandum Mas, 1980), hal 18
[2] Donald Guthrie, Teologia Perjanjian Baru 2,(Malang: Gandum Mas,1978),20
Misiologi Menurut Perspektif Biblical Part I
Banyak Misioner dalam memulai tugas pekabaran Injil melakukan pekerjaanya dengan penuh gairah serta semangat yang besar, tetapi lambat laun kemudian semangat mereka mengendor, dan akhirnya putus ditengah jalan. Kejadian ini dapat saja terjadi oleh karena akurangnya pengertian dari dasar misi yang biblical did alam missioner. Oleh karena itu perlunya para missioner mengerti bahwa yang menjadi dasar misi adalah adanya peran Kristus di dalam menjangkau jiwa. Dengan perkataan lain “Jiwa atau orang yang belum mengenal kristus adalah tugas para misioner dan umat Tuhan.”
Prinsip Dasar Misi
Etimologi, menurut W.J. S. Purwadarminta dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengatakan bahwa : “salah satu cabang ilmu bahasa yang menyelidiki asal-usul kata serta perubahan-perubahan dalam bentuk dan makna.”[1]
Menurut Henk Ten Napel dalam bukunya Kamus Teologia, mengatakan bahwa misi itu berasal dari kata “Mission” yang berarti:
Mission (L. Missio Pengutusan/Mittere mengutus) mempunyai pengertian:
1.Pengutusan; 2. Misi, Pekabaran Injil; 3. Dakwah home mission pekabaran Injil di dalam negeri, Theology of Mission
Misiologi;Ilmu tentang pengabaran Injil
Menurut Pdt. Peter Rhee dalam bukunya Diktat HITS tentang misi perkotaan bahwa: pengertian lain dari kata “misi berasal dari perkataan latin – mission yang berarti:“Utus””.[2]
Missio berasal dari bahasa latin yang berari pengutusan, sama dengan kata Yunani “Apostole”. Sebenarnya dalam bahasa Yunani dipakai dua kata : Apostello (mengutus) dan Pempo (mengirim). Dalam Yohanes 20:21, kedua kata ini dipakai dalam satu ayat: “sama seperti Bapa mengutus (Apoeksello) Aku, demikian juga Aku mengutus (Pempo, mengirim) kamu.” Kata kerja latin Mittio (mengirim) digunakan sebagai terjemahan untuk kedua kata Yunani “apostello dan Pempo”. Dalam bahasa Belanda kata Missio diterjemahkan “Zending (pengutusan)”. Kata ini biasanya dipakai juga dalam bahasa Indonesia.[3]
Berdasarkan Yohanes 20:2 diatas kata Missio (pengutusan), H. Venema membagi tiga pengetian yaitu sebagai berikut:
- “Missio dei” pengutusan oleh Allah
Allah sendiri berindak sebagai subjek segala pengutusan, terutama pengutusan Anak-Nya. AllahDialah pengutus Agung
- “Missio Fillii” Pengutusan oleh Anak. Kristus diutus
Yesus Kritus diutus (dalam arti khusus Dialah yang disebut : Missio Dei), tapi mengutus juga yaitu Rasul-rasul-Nya dan Gereja-Nya.
- “Missio Ecclesiae” Pengutusan oleh Gereja
Pengutusan Allah dan Anak dilanjutkan oleh Gereja.
Menurut Kamus latin bahasa Indonesia, Missio berasal dari kata Mitto yang mempunyai arti sebagai berikut:
- Pengiriman; hal mengutus
- hal membiarkan pergi seperti
- pembebasan (orang twanan/tahanan)
- pemberhentian (dari dinas militer)
Misi, Mitto mempunyai arti:
- menyebabkan pergi
- membiarkan pergi
- membebaskan
- melepaskan
Pada umumnya perkataan Misi (utus), lazim dipakai dengan istilah perkataan Penginjilan (PI). Sebelumnya perkataan tersebut hanya dipakai untuk suatu Penginjilan bagi gereja katolik Roma, sedangkan untuk panggilan Gereja-gereja Protestan sering digunakan kata “Zending” (mempunyai arti sama), pada masa sekarang ini Misi sama dengan Penginjilan.
Menurut H. Venema dalam bukunya Injil untuk Semua Orang, mengatakan bahwa definisi Misi atau Penginjilan adalah:
Pengutusan Gereja oleh Yesus Kristus Juru Selamat Dunia, untuk melaksanakan perintah-Nya demi kemuliaan Tuhan yaitu memanggil semua orang di dunia dan mengabarkan kepada mereka Injil Kerajaan Allah, supaya oleh kuasa Roh Kudus mereka diselamatkan dari dosa dan penghakiman. Hingga menjadi keluarga kerajaan-Nya yang melakukan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya.
Sedangkan menurut J Verkuyl dalam bukunya Pembimbing ke Dalam Ilmu Pekabaran Injil Masa Kini, mengatakan bahwa: “misiologi adalah pengkajian karya keselamatan Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang diseluruh dunia terarah kepada realisasi Kerajaan Allah.”[4]
Menurut M. K. Dust dalam bukunya Missiologie, mnegutip perkataan J. Douma dtusalam bukunya orientatie de Theologie, memberi definisi sebagai berikut: “Penginjilan adalah pelaksanaan perintah jabatani yang diberikan oleh yesus Kristus kepada Gereja dalam nama BapaNya, yaitu untuk menyebarkan Injil Kerajaan dalam zaman Roh Kudus ini menjadi kesaksian bagi semua bangsa sampai ujung-ujung bumi.”[5]
Menurut William Phb. Killis dalam skripsinya Peranan Misioner dalam Perintisan Gerej, mengatakan bahwa: “Suatu sikap pengabar Injil (orang yang diutus) dalam memperkatakan dan menyikapi serta menyaksikan kebenaran Firman Tuhan (Injil) kepada orang-orang yang belum mengenal kristus dan di bawah pimpinan kuasa Roh Kudus menjadi suatu pertobatan yang sungguh-sungguh dengan tujuan nama Tuhan yang dimuliakan, oleh segenap bangsa-bangsa di dunia.”[6]
[1] W. J. S. Purwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Jakarta: 1991) Hal 278
[2] Pdt Pter Rhee, Misi Perkotaan, (Jakarta: HITS,1998),hal 3
[3] H Venema, Injil untuk Semua Orang, (Jakarta: Yayasan Komunikasi bina Kasih,1997),3
[4] J Verkuyl dalam bukunya Pembimbing ke Dalam Ilmu Pekabaran Injil Masa Kini, (Malang: Gandum Mas),hal 9
[5] M. K. Drust, Missiologie, (USA: Grand Rapids,1987), hal 144
[6] William P.hb. Kilis, Peranan Misioner dalam Perintisan Gereja,(Jakarta: HITS,2002),12
Jenis-jenis Pelayanan Pastoral
Menurut H. B. London dan Neil B. Wiseman dalam buku mereka yang berjudul ”Menikmati panggilan di Ladang-Nya” mengatakan bahwa: ”
1. Visiting/Visitasi
Panggilan dirumah-rumah anggota jemaat atau di tempat kerja mereka dalam suatu program sistematis untuk bertemu antara anggota yang satu dengan yang lainnya yang memilki kepentingan.
Hal ini akan terjadi apabila pelayanan sebagai pemimpin sukarela membantu dalam komunitas, hal ini menjadikan dunia lebih baik bagi anak-anak Allah.
Menurut Peter Wongso dalam bukunya“Teologi Penggembalaan” mengatakan sebagai berikut.
“Perkunjungan (Visitation)
a. Perkunjungan Rutin
Melakukan perkunjungan rutin sesuai dengan banyaknya-sedikitnya jemaat, yaitu setiap minggu atau dalam satu bulan sebanyak satu atau dua kali.
b. Perkunjungan Orang Sakit
Tahu penderita sakit apa, di rumah sakit atau di rumah, menjenguk dia, berdoa baginya dan member nasihat seperlunya; tetapi harus hati-hati dalam memperkenalkan obat atau dokter.
c. Perlawatan orang yang berkabung
d. Perkunjungan khusus
• Anggota baru
• Orang yang murtad
• Kelahiran seorang bayi
• Pasangan yang baru nikah
• Yang memperoleh hal-hal istimewa
• Perselisihan”
2. Teaching
Pengajaran merupakan konfirmasi kelas, perencanaan dan atau pengajaran kelas-kelas pengajar sekolah gereja, pengajar dalam kelas-kelas pendek atau blok sitem, dan lain-lain.
Kita diajar untuk melayani sebagai pemimpin dalam jemaat – pribadi dimana setiap individu dapat meminta saran dan bimbingan dalam segala aspek kehidupan dan pekerjaan dari jemaat.
3. Counseling
Konseling dengan pribadi-pribadi dan masalah rohani, dengan pasangan yang dilayani, dengan beberapa orang lain secara pribadi dan lain-lain.
Richard R Klein dalam bukunya, ”Growing Smaller Churches” mengatakan bahwa: ” counseling is for the church office.”
4. Administration
Melayani ”sebagai ”sekretaris eksekutif” dari jemaat, bekerja dengan komite-komite, membantu merencanakan program keuangan dalam gereja” , bekerja dengan komite atau sinode dalam merencanakan dan mengimplementasikan program, dan lain-lain.
5. Evangelism
Panggilan terhadap orang-orang diluar gereja dalam komunitas, menjadi saksi bagi Kabar Baik, panggilan bagi anggota baru, dan pelatihan untuk penginjil-penginjil. Menurut Ralph M. Riggs, dalam bukunya ”Gembala Sidang Yang Berhasil” mengatakan bahwa: ”semua orang Kristen diperintahkan oleh Tuhan melalui para rasulNya untuk pergi bersaksi, mengajar dan memberitakan Injil.”
6. A Leader among Leaders
Melayani dengan kepemimpinan sebagai bagian dari para pemimpin dalam jemaat, dimana mereka memilki karunia yang unik dan tanggung jawab yang spesifik.
Cara Membeli Saham
Saham adalah surat berharga yang paling popular diantara surat berharga yang ada di pasar modal. Kenapa? Karena bila dibandingkan investasi lainnya, saham memungkinkan pemodal untuk mendapatkan re-turn atau keuntungan yang lebih besar dalam waktu relatif singkat (high return).
Selain high return, saham juga memiliki sifat high risk yaitu suatu ketika harga saham dapat merosot secara cepat, atau sahamnya di delist (dihapuskan pencatatnya) dari Bursa sehingga untuk jual-beli harus mencari pembeli/penjual sendiri dan saham tidak memiliki harga patokan pasar. Dengan karakteristik high risk high return ini maka pemodal perlu terus memantau pergarakan saham yang dipegangnya, agar keputusan yang tepat dapat dihailkan dalam waktu yang tepat pula.
Cara Membeli Saham
1. Membuka rekening Efek
Sebelum anda melakukan jual beli saham, seperti layaknya membuka rekening di bank maka terlebih dahulu Anda harus membuka rekening di satu atau beberapa Perusahaan Efek. Dengan membuka rekening efek tersebut maka secara resmi Anda telah tercatat sebagai nasabah dan data identitas anda tercatat dalam pembukuan Perusahaan Efek yang terdaftar di KPEI separti Nama, Alamat, Nomor Rekening Bank dan data-data lain. Bersama dengan pembukaan rekening ini, Anda menendatangani perjanjian dengan Perusahaan Efek yang menyangkut hak dan kewajiban kedua belah pihak. Perusahaan efek ini biasanya disebut dengan Broker atau pialang. Dana Minimal Untuk Buka Rekening Efek atau Berinvestasi
Pada dasarnya tidak ada batasan minimal dana dan jumlahnya untuk membeli saham. Dalam perdagangan saham, jumlah yang dijualbelikan dilakukan dalam satuan perdagangan yang disebut Lot
Di Bursa Efek Indonesia (BEI) satu lot berarti 500 saham, itulah batas minimal pembeli saham. Lalu dana yang dibutuhkan menjadi bervariasi karena beragamnya harga saham-saham yang tercatat di Bursa. Misalnya harga saham XYZ Rp 1.000,- maka dana minimal yang dibutuhkan untuk membeli satu lot saham tersebut menjadi (500 dikali Rp 1.000) sejumlah Rp 500.000. sebagai ilustrasi lain, jika saham ABC harga per sahamnya Rp 2.500 maka dana minimal untuk membeli saham tersebut berarti (500 dikali Rp 2.500) sebesar Rp 1.250.000.
Beberapa Biaya Jual Beli Saham
Komponen dari biaya jual dan beli saham adalah sebagai berikut:
Nilai pembelian saham + komisi pialang + PPN 10% atau Nilai penjualan saham + komisi + PPN 10% + pajak penghasilan 0,1%.Untuk pembelian dan penjualan saham, pemodal harus membayar biaya komisi kepada pialang atau broker yang melaksanakan pesanan. Artinya besarnya biaya komisi dapat dinegosiasikan dengan pialang/broker dimana pemodal melakukan jual-beli saham. Umumnya untuk transaksi beli pemodal dikenakan fee broker sebesar 0,3% dari nilai transaksi sedangkan untuk transaksi jual dikanakan 0,4% (untuk transaksi jual pemodal masih dikenakan pajak penghasilan atas penjualan saham sebesar 0,1% dari nilai transaksi).
2. Membeli Saham
Untuk berinvestasi di pasar modal, kita dikasih banyak pilihan saham karena Bursa Efek Indonesia memiliki lebih dari 300 anggota bursa atau saham. Dalam membeli saham kita tidak boleh mengandalkan hanya feeling kita karena jika kita mengandalkan feeling pasti penyesalan yang didapatkan. Oleh karena itu dalam memilih saham kita harus melihat dan meneliti apakah perusahaan yang akan anda beli itu memiliki Fundamental yang baik apa tidak. Karena fundamental perusahaan itulah kita bisa melihat kinerja perusahaan itu (laporan keuangan,dll) baik apa tidak untuk kedepannya. Sebetulnya ada beberapa kiat untuk berinvestasi diantaranya sebagai berikut:
Tentukan tujuan investasi anda. Sebelum memulai investasi
Tentukan rentang waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan investasi tersebut.
Kenali seberapa besar resiko yang bisa anda ambil dan kemampuan anda menanggung resiko tersebut.
Kenali instrument dan produk investasi. Pelajari secara seksama ekspektasi keuntungan dan tingkat resikonya
Bandingkan tingkat imbalan hasil instrument investasi anda dengan acuan (benchmark) yang ditentukan sebelumnya untuk mengukur kinerja investasi tersebut, misalnya : dibandingkan dengan suku bunga Deposito, apabila sudah melebihinya jual saja, jangan sampai serakah. Karena musuh utama berinvestasi adalah tamak.
Ragamkan investasi pada berbagai instrume dan produk. Buatlah portofolio investasi yang sesuai resiko dan potensi keuntungan yang anda harapkan.
Lakukan pengawasan secara berkala untuk memantau perkembangan investasi anda.
Setelah anda memilih perusahan atau saham mana yang akan anda beli/jual sesuai dengan pertimbangan anda, maka anda harus menghubungi pialang/broker anda (biasanya lewat telefon) untuk bisa menyalurkan pesanan/order anda ke Bursa Efek.
3. Keuntungan dan Resiko Berinvestasi Saham
Pada dasarnya semua pilihan investasi mengandung peluang keuntungan di satu sisi dan potensi kerugian atau resiko di sisi lain. Seperti tabungan dan deposito di bank memiliki resiko kecil karena tersimpan aman di bank, tetapi kelemahannya adalah keuntungan yang lebih kecil dibanding potensi keuntungan dari saham. Investasi di property (rumah dan tanah) semakin lama harganya semakin tinggi, tetapi juga beresiko apabila tergusur atau terjadi kebakaran, sedangkan usaha sendiri (wiraswasta) beresiko bangkrut/pailit sementara investasi emas memiliki resiko harga turun.
Keuntungan
1. Capital Gain
Yaitu keuntungan dari hasil jual beli saham berupa kelebihan nilai jual dari nilai saham. Misalnya sewaktu membeli nilainya Rp 2.000 per saham dan kemudian dijual dengan harga Rp 2.500. jadi selisih yang sebesar Rp 500 ini disebut Capital Gain.
2. Deviden
Merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Biasanya tidak seluruh keuntungan perusahaan dibagikan kepada pemegang saham, tetapi ada bagian yang ditanam kembali. Besarnya deviden yang anda terima ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tersebut. Namun yang perlu dicatat adalah bahwa perusahaan tidak selalu membagikan deviden kepada para pemegang saham etapi tergantung kepada kondisi perusahaan itu sendiri (khususnya berkaitan dengan keuntungan yang diraih). Artinya jika perusahaan mengalami kerugian tentusaja deviden tidak akan dibagikan pada tahun berjalan tersebut.
Resiko / Kerugian
1. Capital Loss
Merupakan kebalikan dari capital gain, yaitu suatu kondisi dimana Anda menjual saham yang Anda miliki dibawah harga belinya. Misalnya saham PT. ABC Anda beli dengan harga Rp 2.000 per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400 per saham.
Karena takut harga saham tersebut akan turun, maka Anda kemudian menjual pada harga tersebut sehingga Anda mengalami kerugian sebesar Rp 600 per saham. Itulah capital loss yang menimpa Anda.
2. Resiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangrut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat melunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.
Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh apa-apa. Ini merupakan resiko yang terberat dari seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan dari perusahaan yang sahamnya dimiliki.
Sources:
http://suarainvestor.com/cara-membeli-saham
100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen
100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen
Sumber :
A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy Petersen, 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen, Immanuel, 1999.

Tahun dan Peristiwa
Tahun-tahun di bawah ini merupakan beberapa yang terpenting dalam sejarah gereja. Read more »
Top 7 Leadership Mistakes – Kristine Geimure
Here’s a list of some the things you should NOT be doing.
Neglecting workers
Your workers ARE your business and they have to be treated that way. Failing to send this message to workers can be a financial and productivity drag for any business. Our workers are people with feelings and emotions and have to be told in many ways how important they are to the company.
Not being able to handle criticism
Just because you’re in a leadership position does not mean that you suddenly become immune to making the wrong decisions. As a leader you have to listen to constructive criticism and make the changes necessary. If a worker cares enough to share criticism, the least you can do is listen.
Unable to delegate responsibilities
This is often a problem for small business owner / managers. We have to trust that our workers can do the things we have done for so long. If they really can’t do the job because a particular skill is needed, then get them the training required or hire someone that can. A big part of leadership and management is about making sure that things run smoothly and efficiently, and that does not mean running from job to job doing everything ourselves!
Knowing everything
Many of the world’s greatest leaders are people of average intelligence that don’t know all there is to know in their industry. They understand that they can’t possibly know everything and they hire people that do know everything! The success of any business is in the hands of its workers and the leading managers and entrepreneurs of the world all strive to hire the best in their field.
Procrastination
Putting something off till tomorrow that should be done today! Often procrastination is a result of having no plan or list of priorities. Look into time management and goal setting for more ideas on how to overcome procrastination.
Lack of focus
Obviously there will be things come up during the day that require immediate action that will distract us from our work, but we have to have a clear set of priorities to follow. Doing a little bit of everything gets nothing finished, causing stress and feelings of being overwhelmed.
Afraid to change
The ability to change in business is essential. Changes in technology, the way we deal with people, the way we present the business, and in every other aspect of running and operating the company. Holding on to old ways of doing things just because they’ve always been done that way is a sure way to lose business. If any aspect of the business can be improved then there has to be change, even if this means getting rid of a poor performing worker or product range that is no longer profitable.
As a manager or leader you have to treat your business like a garden. Continue to water, fertilize and weed your garden and it will continue to reap a quality harvest year after year.
Bila Allah Melangkah Turun dari Sorga
Bila Allah Melangkah Turun dari Sorga

Revival
Bila mana orang di jalan-jalan takut untuk membuka mulutnya dan mengeluarkan kata-kata kotor, supaya pebghukuman Allah tidak turun, bila orang-orang berdosa karena hadirat Allah yang begitu hebat, gemetar di jalan-jalan dan menangis mohon belas kasihan, bila tanpa kebaktian-kebaktian khusus dan iklan-iklan yang menarik, Roh Suci menyapu kota-kota dan desa-desa dengan kuasa Allah dan menangkap orang-orang dengan keyakinan dosa yang dahsyat, bila tiap “toko menjadi mimbar, tiap hati menjadi mezbah dan tiap rumah menjadi ruangan suci” dan manusia berjalan dengan tertib di hadapan Allah, maka inilah kegerakan. Read more »
KISAH PARA MARTIR I
II. AWAL PENGANIAYAAN TERHADAP GEREJA (54-304 M)
Penganiayaan Pertama, di Bawah Kaisar Nero (54-68 M)
Nero adalah kaisar keenam Roma. Ia memerintah selama 15 tahun. Ia adalah sebuah paradoks – seorang yang sangat kreatif digabung dengan sifat yang jahat serta kekejaman yang luar biasa. Orang ban yak mengatakan bahwa Nero memerintahkan agar Roma dibakar kemudian menyalahkannya pada orang-orang Kristen untuk mengalihkan kemarahan penduduk Roma dari dirinya sendiri. Orang lain mengatakan bahwa ia tidak berada di Roma ketika kota itu terbakar. Yang mana yang benar,faktanya orang-orang Kristen disalahkan atas kebakaran yang terjadi selama sembilan bari dan selama itu perburuan atas orang-orang Kristen mulai meningkat serta menjadi penganiayaan yang mengerikan yang berlangsung selama sisa pemerintahan Nero. Read more »





