Misiologi Menurut Perspektif Biblical Part I

2 Oct

Banyak Misioner dalam memulai tugas pekabaran Injil melakukan pekerjaanya dengan penuh gairah serta semangat yang besar, tetapi lambat laun kemudian semangat mereka mengendor, dan akhirnya putus ditengah jalan. Kejadian ini dapat saja terjadi oleh karena akurangnya pengertian dari dasar misi yang biblical did alam missioner. Oleh karena itu perlunya para missioner mengerti bahwa yang menjadi dasar misi adalah adanya peran Kristus di dalam menjangkau jiwa. Dengan perkataan lain “Jiwa atau orang yang belum mengenal kristus adalah tugas para misioner dan umat Tuhan.”

 

Prinsip Dasar Misi

Etimologi, menurut W.J. S. Purwadarminta dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengatakan bahwa : “salah satu cabang ilmu bahasa yang menyelidiki asal-usul kata serta perubahan-perubahan dalam bentuk dan makna.”[1]

Menurut Henk Ten Napel dalam bukunya Kamus Teologia, mengatakan bahwa misi itu berasal dari kata “Mission” yang berarti:

Mission (L. Missio Pengutusan/Mittere mengutus) mempunyai pengertian:

1.Pengutusan; 2. Misi, Pekabaran Injil; 3. Dakwah home mission pekabaran Injil di dalam negeri, Theology of Mission

Misiologi;Ilmu tentang pengabaran Injil

 

Menurut Pdt. Peter Rhee dalam bukunya Diktat HITS tentang misi perkotaan bahwa:  pengertian lain dari kata “misi berasal dari perkataan latin – mission yang berarti:“Utus””.[2]

Missio berasal dari bahasa latin yang berari pengutusan, sama dengan kata Yunani “Apostole”. Sebenarnya dalam bahasa Yunani dipakai dua kata : Apostello (mengutus) dan Pempo (mengirim). Dalam Yohanes 20:21, kedua kata ini dipakai dalam satu ayat: “sama seperti Bapa mengutus (Apoeksello) Aku, demikian juga Aku mengutus (Pempo, mengirim) kamu.” Kata kerja latin Mittio (mengirim) digunakan sebagai terjemahan untuk kedua kata Yunani “apostello dan Pempo”. Dalam bahasa Belanda kata Missio diterjemahkan “Zending (pengutusan)”. Kata ini biasanya dipakai juga dalam bahasa Indonesia.[3]

Berdasarkan Yohanes 20:2 diatas kata Missio (pengutusan), H. Venema membagi tiga pengetian yaitu sebagai berikut:

  1. “Missio dei” pengutusan oleh Allah

Allah sendiri berindak sebagai subjek segala pengutusan, terutama pengutusan Anak-Nya. AllahDialah pengutus Agung

  1. “Missio Fillii” Pengutusan oleh Anak.  Kristus diutus

Yesus Kritus diutus (dalam arti khusus Dialah yang disebut : Missio Dei), tapi mengutus juga yaitu Rasul-rasul-Nya dan Gereja-Nya.

  1. “Missio Ecclesiae” Pengutusan oleh Gereja

Pengutusan Allah dan Anak dilanjutkan oleh Gereja.

 

Menurut Kamus latin bahasa Indonesia, Missio berasal dari kata Mitto yang mempunyai arti sebagai berikut:

  1. Pengiriman; hal mengutus
  2. hal membiarkan pergi seperti
    1. pembebasan (orang twanan/tahanan)
    2. pemberhentian (dari dinas militer)

Misi, Mitto mempunyai arti:

  1. menyebabkan pergi
  2. membiarkan pergi
    1. membebaskan
    2. melepaskan

 

Pada umumnya perkataan Misi (utus), lazim dipakai dengan istilah perkataan Penginjilan (PI). Sebelumnya perkataan tersebut hanya dipakai untuk suatu Penginjilan bagi gereja katolik Roma, sedangkan untuk panggilan Gereja-gereja Protestan sering digunakan kata “Zending” (mempunyai arti sama), pada masa sekarang ini Misi sama dengan Penginjilan.

Menurut H. Venema dalam bukunya Injil untuk Semua Orang, mengatakan bahwa definisi Misi atau Penginjilan adalah:

Pengutusan Gereja oleh Yesus Kristus Juru Selamat Dunia, untuk melaksanakan perintah-Nya demi kemuliaan Tuhan yaitu memanggil semua orang di dunia dan mengabarkan kepada mereka Injil Kerajaan Allah, supaya oleh kuasa Roh Kudus mereka diselamatkan dari dosa dan penghakiman. Hingga menjadi keluarga kerajaan-Nya yang melakukan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya.

 

Sedangkan menurut J Verkuyl dalam bukunya Pembimbing ke Dalam Ilmu Pekabaran Injil Masa Kini, mengatakan bahwa: “misiologi adalah pengkajian karya keselamatan Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang diseluruh dunia terarah kepada realisasi Kerajaan Allah.”[4]

Menurut M. K. Dust dalam bukunya Missiologie, mnegutip perkataan J. Douma dtusalam bukunya orientatie de Theologie, memberi definisi sebagai berikut: “Penginjilan adalah pelaksanaan perintah jabatani yang diberikan oleh yesus Kristus kepada Gereja dalam nama BapaNya, yaitu untuk menyebarkan Injil Kerajaan dalam zaman Roh Kudus ini menjadi kesaksian bagi semua bangsa sampai ujung-ujung bumi.”[5]

Menurut William Phb. Killis dalam skripsinya  Peranan Misioner dalam Perintisan Gerej, mengatakan bahwa: “Suatu sikap pengabar Injil (orang yang diutus) dalam memperkatakan dan menyikapi serta menyaksikan kebenaran Firman Tuhan (Injil) kepada orang-orang yang belum mengenal kristus dan di bawah pimpinan kuasa Roh Kudus menjadi suatu pertobatan yang sungguh-sungguh dengan tujuan nama Tuhan yang dimuliakan, oleh segenap bangsa-bangsa di dunia.”[6]

 

 


[1] W. J. S. Purwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Jakarta: 1991) Hal 278

[2]  Pdt Pter Rhee, Misi Perkotaan, (Jakarta: HITS,1998),hal 3

[3] H Venema, Injil untuk Semua Orang, (Jakarta: Yayasan Komunikasi bina Kasih,1997),3

[4] J Verkuyl dalam bukunya Pembimbing ke Dalam Ilmu Pekabaran Injil Masa Kini, (Malang: Gandum Mas),hal 9

[5] M. K. Drust, Missiologie, (USA: Grand Rapids,1987), hal 144

[6] William P.hb. Kilis, Peranan Misioner dalam Perintisan Gereja,(Jakarta: HITS,2002),12

2 Responses to “Misiologi Menurut Perspektif Biblical Part I”

  1. DEROC October 3, 2009 at 2:45 am #

    Shallom,…salam kenal. May the grace of God be with you🙂

    • Yohanes Wardoyo September 15, 2013 at 4:57 pm #

      Terima kasih. May the grace of the Lord Jesus Christ to be with you, too.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: