Misiologi Menurut Perspektif Biblical Part III

2 Oct

Tujuan Misi

Memberitakan Kabar Baik

Berita tentang penyaliban Tuhan Yesus, dan kematian-Nya lalu bangkit pada hari ketiga adalah merupakan dasar berita baik bagi umat Kristen pada khususnya dan dunia pada umumnya. Inti beritanya adalah meliputi keselamatan dan pengampunan dosa.

Menurut Charles C. Ryrie ada tiga alasan mengapa Allah berkehendak untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.

 1. Hal ini merupakan perwujudan yang paling besar dan paling nyata dari kasih Allah. Karunia-karunia-Nya yang baik secara alami oleh pemeliharaan-Nya (betapa besarnyapun) tidak dapat dibandingkan dengan pemberian anak-Nya untuk menjadi Juru Selamat kita, Yohanes 3:16 mengingatkan bahwa kasih-Nya dinyatakan dalam karunia-Nya dan Roma 5:8 mengatakan bahwa Allah secara meyakinkan membuktikan bahwa Ia mengasihi manusia melalui kematian Kristus.

2. Keselamatan juga menunjukkan karunia atau anugerah Allah yang kekal (Efesus 2:7). Tiap orang yang diselamatkan akan menjadi tanda kemenangan khusus dari anugerah Allah selama-lamanya.

 3. Allah juga menghendaki suatu umat yang akan melalkukan suatu umat yang akan melalkukan pekerjaan baik dalam hidup ini dan dengan demikian memperlihatkan kepada dunia …” Menyatakan Dosa Dosa adalah suatu pelanggaran yang menetang kemuliaan Allah sehingga manusia berada diluar dari sasaran yang Allah inginkan.

Akibat dari dosa

a. Hubungan manusia dengan Tuhan terputus

 b. Manusia hidup dalam kutuk Allah

c. Mati (Roma 3:23)

d. Menyebabkan kebutaan rohani (II Korintus 4:4)

Menyatakan Yesus

Menurut Harun Hadiwiyono dalam bukunya Iman Kristen, mengatakan bahwa: “Kata Yesus dalam bahasa ibrani adalah Yehosyua, yang berarti: Tuhan menolong, yaitu menolong umat-Nya.”

Dalam Perjanjian Lama nama Yehosyua, dipakai oleh Allah untuk menolong umatnya, antara lain:

1. Yosua bin Nun, pengganti Musa. Yang membawa masuk bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian (Joshua 1:1-10)

2. Yosua bin Yosadak, Imam besar yang membawa bangsa Israel kembali ke negrinya dan tanah pembuangan di Babel bersama-sama dengan Zerubabel. Sedangkan dalam perjanjian baru.

Kata yosua kita kenal dengan nama Yesus, yang disebut Juru Selamat manusia. Artinya Tuhan menolong. Nama Yesus ini merupakan kary a Allah dalam mewujudkan maksud-Nya untuk menolong umat-Nya dari perhambaan dosa serta yang memimpin umat-Nya masuk ke tanah perjanjian yang kekal (sorga).

Dalam Pengajaran ciri yang paling khas Yesus ajarkan adalah menyatakan bahwa Allah adalah Bapa yang merupakan hubungan antara Allah dan orang percaya adalah sama dengan hubungan seorang Ayah dan Anak-Nya Menyatakan Keselamatan Kata keselamatan berasal bahasa Yunani, Soteria, berarti Pembebasan.

Dalam Perjanjian Lama keselamatan dinyatakan allah dalam diriNya sebagai Allah yang menyelamatkan umat-Nya. (Maz. 27:1; 88:2). Dan dalam perjanjian baru, keselamatan digambarkan sebagai jalan menuju kepada persekutuan abadi dengan Allah di Sorga (Matius 7:14; Markus 12:14; Yohanes 14:16). Keselamatan diberikan Allah kepada umat-Nya secara cuma-cuma Puncak peristiwa kematian Yesus diatas kayu salib menandakan Yesus datang ke dunia dengan Misi Allah yaitu memberi keselamatan kepada manusia yang percaya kepada-Nya.

Memuridkan Semua Bangsa

Allah telah melakukan sesuatu yang mengagumkan dan tidak pernah didengar sebelumnya. Sesuatu yang khusus dalam sejarah dunia. Ia menyuruh kita pergi ke seleuruh dunia dan menjadikan semua bangsa murid-Nya.

Kita harus patuh pada amanat Agung-Nya dan membangun pelayanan persahabatan/penginjilan/pemuridan di setiap bangsa di dunia. Yesus Kristus berkata bahwa Inijil Kerajaan akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian sampai pada “kesudahan”.

Tugas-tugas yang harus Gereja lakukan.

Sebagai alat Tuhan gereja mempunyai tugas yang begitu penting di dalam dunia ini. Banyak dan beragamnya tugas gereja yang ada diseluruh penjuru dunia, tergantung keadaan dan kebutuhan dimana gereja itu berada. Namun pada dasarnya ada tiga tugas geeja yang paling utama yang harus dilakukan oleh setiap gereja dimana pun gereja itu berada. Ketiga tugas tersebut adalah Koinonia (persekutuan), Diakonia (pelayanan) dan Marturia (bersaksi dan memberitakan Firman Tuhan).

 

DAFTAR PUSTAKA

 

W. J. S. Purwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Jakarta: 1991),278

Pdt Pter Rhee, Misi Perkotaan, (Jakarta: HITS,1998),3

H Venema, Injil untuk Semua Orang, (Jakarta: Yayasan Komunikasi bina Kasih,1997),3

J Verkuyl dalam bukunya Pembimbing ke Dalam Ilmu Pekabaran Injil Masa Kini, (Malang: Gandum Mas),9

M. K. Drust, Missiologie, (USA: Grand Rapids,1987),144

William P.hb. Kilis, Peranan Misioner dalam Perintisan Gereja,(Jakarta: HITS,2002),12

Henk en Napel, Kamus Teologi,(Jakarta: BPK Gunung Mulia,1994),310

W. J. S. Purwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Jakarta: 1991),278

Henk en Napel, Kamus Teologi,(Jakarta: BPK Gunung Mulia,1994),hal 310

W. J. S. Purwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Jakarta: 1991) ,278

H Venema, Injil untuk Semua Orang, (Jakarta: Yayasan Komunikasi bina Kasih,1997),8

David R. B. Ham,Merencanakan Misi Lewat Gereja-geraja Asia, (Malang: Gandum Mas, 1980),18

Donald Guthrie, Teologia Perjanjian Baru 2,(Malang: Gandum Mas,1978),20

Ch. Ryrie, sa Dasar, (Yogyakarta: Yaysan Andi,1986),34

[1] H. Hadiwiyono, Iman Kristen, Jakarta: BPK Gunung Mulia,1995),hal 320

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: